This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
8/26/2013
Aktivis KNPB, Denny Hisage cs Bebas dari Penjara
4/17/2013
KNPB Timika Activist of West Papua in behind Bars make Message to International Community to Support.
1/06/2013
KNPB: Regional Police Chief Must Wipe Clean ‘Wanted Persons’ (DPO) list
1/03/2013
HRW Pertanyakan: Apakah Represi Terhadap KNPB Legal?
![]() |
| Andareas Harsono HRW |
“Tapi bikin 22 orang KNPB meninggal dengan penembakan, serta puluhan ditangkap, dan entah berapa ratus terluka, tanpa ada proses peradilan yang transparan, serta tanpa mekanisme internal terhadap prosedur kerja polisi di Papua, menimbulkan pertanyaan apakah represi terhadap KNPB ini legal?.”
Pernyataan tersebut ditegaskan Andreas , saat di wawancarai suarapapua.com, Kamis (03/01/2013) tadi malam.
![]() |
| Mako Tabuni Aktivis KNPB Tewas |
Menurut Harsono, boleh jadi alasan polisi benar bahwa ada anggota-anggota KNPB terlibat kekerasan, menyerang pendatang atau menyerang aparat keamanan, namun aparat harus menunjukan secara transparan.
“Persoalan kepolisian adalah bekerja dengan transparan. Bisakah polisi tunjukkan kerja transparan? Sebaliknya, KNPB juga perlu lakukan investigasi internal, selidiki tuduhan-tuduhan polisi bahwa anggota KNPB ada terlibat kekerasan,” ujarnya.
Harsono juga berharap, organisasi pimpinan Victor Yeimo ini dapat segera mengumumkan hasil investigasi, serta bikin keputusan untuk mengeluarkan anggota KNPB yang dinilai terlibat dalam berbagai aksi kekerasan.
Seperti ditulis media ini sebelumnya, Victor F Yeimo, Ketua Umum KNPB menyatakan 22 Anggota KNPB Tewas Sepanjang Tahun 2012 karena ditembak mati aparat keamanan Indonesia, 55 orang mendekam di penjara, serta beberapa diantaranya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Polda Papua hingga saat ini.
Yeimo memprediksi, di tahun 2013 mendatang pembunuhan dan penangkapan terhadap aktivis KNPB masih akan terus dilancarkan Polda Papua dengan memakai Undang-Undang terorisme.
Sumber : www.suarapapua.com
Very Barbaric, 22 activists KNPB Indonesian Police Shot Dead
![]() |
| Klimon Woy Anggota KNPB di bunuh Aparat (knpb) |
Jayapura,-- Speaker of the National Committee of West Papua, Wim Medlama said at least 22 members KNBP killed and dozens others were imprisoned during 2012.
Those killed were shot such Militants KNPB Chairman Hubertus Center Mabel, December 16, 2012 in the village of Abusak, District Kurulu, Jayawijaya, and Mako Tabuni, Chairman of the First Committee in Abepura, Thursday, June 14, 2012.
"Even some that are still the target of a police search," said Medlama in Jayapura on Friday (4/1).
According Medlama, shooting death of Mabel and the Mako was not in accordance with procedures. The police seems to have justification to shoot them for alleged crimes.
Mako accused of involvement in a series of shooting a stranger in Jayapura since May 29, 2012. While Mabel was accused of involvement in attacks on police Pirime Lanny Jaya.
"The shooting of members of KNPB is unlawful. Someone who alleged perpetrators should be arrested and prosecuted, "said Medlama.
KNPB Chairman, Victor Yeimo estimate criminalization of members will become increasingly common. KNPB often associated with the independence movement by urging a referendum.
The chase continued on members KNPB apparatus. On October 19, 2012, Police Resort Mimika arrest five members of the Committee. Previously, 23 September 2012, police also arrested 6 members of KNPB in front of the Church Ebenheser, Timika, Papua.
They were arrested for allegedly plotting terrorist acts. "There are indications that they assemble a bomb," said Head of Public Relations Papua Police Chief Adjunct Senior Commissioner Gede Sumerta Jaya. (E1)
1/01/2013
KNPB: Kenapa Baru Dituduh Teroris
![]() |
| Aksi demonstrasi KNPB menuntut referendum untuk Papua, (12/03). Foto: suarabatis |
12/17/2012
Hubertus Mabel Ditembak, KNPB Minta Bukti Hukum
![]() |
| Add caption |
12/09/2012
West Papua: Independence activists arrested
![]() |
| Green EFT |
12/04/2012
Ratusan Prajurit TNI Disiapkan Untuk Dikirim Ke Papua
Sumber : www.fajar.co.id/
12/03/2012
6 Orang Ditangkap Polisi Warga Piramid Kab Jayawijaya, Bukan Anggota TPN Purom Wenda
| TPN Photo List |
Ketua KNPB, Victor Yeimo belum ditemukan, besok KNPB akan datangi Polda
“Sejak kemarin, kami cari dimana keberadaan ketua umum kami dengan kedua temanya tapi belum dapat. Semua tempat yang kami tahu pun kami lacak tapi tidak ada juga. Sampai detik ini hpnya juga tidak aktif. Kami bingung posisi dia dimana?” kata Wim Wedlama saat dihubungi tabloidjubi.com, Minggu (2/12) malam.
“Tadi kami sepakat besok akan pergi ke Polda minta keteragan. KNPB akan pergi bersama WPNA, AMP dan AMPTI,” kata Wim.
12/01/2012
Indonesia detains Ukrainian tourist in restive West Papua
Artem Shapirenko, 36, was detained by police in the town of Manokwari in western Papua where around 50 people took part in a prayer at the traditional leaders council building. It was unclear why he had been held.
Shapirenko, wearing a Bob Marley T-shirt, held his fist in the air and yelled "Free Papua" in Indonesian as police officers ushered him into their vehicle, said an AFP reporter in Manokwari.
A photocopy of the man's tourist visa, obtained by the police, showed it had expired in July this year.
"A Ukraine citizen, Artem Shapirenko, is undergoing questioning at police headquarters and is cooperating," Manokwari police chief Ricko Taruna Mauruh told AFP.
Papua declared independence from the Dutch on December 1, 1961, but neighbouring Indonesia took control of the region with force in 1963. It officially annexed Papua in 1969 with a UN-backed vote, widely seen as a sham.
The separatist Free Papua Movement (OPM), which formed in 1965, also marks the birth of its organisation on the December anniversary, when rallies and commemorations are held across Papua.
Police had beefed up security ahead of the anniversary and arrested three youth activists in the city of Jayapura, capital of Papua, according to a provincial police spokesman.
Jakarta keeps a tight grip on Papua and foreign journalists are de facto banned from reporting in the region.
More than 170 people are imprisoned in Indonesia for promoting separatism, most of them from Papua or the Maluku islands in eastern Indonesia, according to Human Rights Watch.
11/28/2012
TPN-OPM Bantah Serang dan Bakar Polsek Pirime
Ini dikatakan Kepala Staf Umum TPN-OPM, Mayjen Terianus Satto dalam rilis yang diterima SP, Rabu (28/11) sore WIT. Dikatakan, aksi itu dilakukan oleh kelompok yang Kontra dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dengan ambisi egoisme. Menurut dia, TPN-OPM saat ini mengklasifikasi akar masalah terhambatnya perjuangan bangsa Papua Barat untuk Merdeka secara cermat dan menemukan bahwa persatuan Nasional belum bagus, baik itu pergerakan sipil dan sayap Militer, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (the West Papua National Liberation Army), maka TPN-OPM telah melakukan tahapan kerja dengan konsolidasi maksimal dari tahun 2008-2011.
Hasilnya, TPN-OPM telah berhasil melakukan Pra-KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) pada tanggal 15 Maret 2012 di Maribu, Sentani, Papua Barat. Dalam Pra-KTT TPN-OPM ini melegitimasikan pembentukan Panitia KTT dan mengagendakan jadwal pelaksanaan KTT pada tanggal 1-5 Mei 2012, bertempat di Biak, Papua. Dengan dasar Pra-KTT ini, maka KTT TPN-OPM telah berhasil dilaksanakan di Markas TPN Perwomi Biak, dari tanggal 1-5 Mei 2012.
Hasilnya, telah dipilih Panglima Tinggi TPN, Wakil Panglima dan Kepala Staf Umum, masing-masing atas nama, Panglima Tinggi TPN-OPM, Gen. Goliath Tabuni, Wakil Panglima TPN-OPM, Letjen Gabriel Melkizedek Awom dan Kepala Staf Umum TPN-OPM, Mayjen Terianus Satto.
Selanjutnya, TPN-OPM telah berhasil melakukan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS dari tanggal 27-1 September 2012 di Markas TPN Wanum, Jayapura, Papua. Hasilnya, mengagendakan jadwal Pelantikan Panglima, Wakil Panglima dan Kepala Staf Umum TPN-OPM yang jatuh pada tanggal 30 November 2012.
Masih ada lagi Rapat Koordinasi Pimpinan TPN-OPM, yang sekiranya akan dilaksanakan setelah acara pelantikan Panglima Tinggi TPN-OPM.
Berdasarkan keterangan singkat dalam Background TPN-OPM di atas, maka TPN-OPM yang tergabung dalam ganca Nasional masih sibuk dengan agenda-agenda, dengan program revormasi sayap militer, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (the West Papua National Liberation Army), sesuai hasil keputusan KTT TPN-OPM di Biak.
"TPN-OPM sekarang tidak sama dengan TPN-OPM sebelumnya. Artinya, TPN-OPM telah mereformasi diri melalui KTT dengan mengatur serta membenahi kubuh sayap militer OPM. Hal ini dengan jalan Restrukturisasi TPN dan Reorganisasi OPM, yang mana TPN membenahi diri dengan sturuktur standar Militer dunia," kata Terianus.
Dengan demikian , mengacu dari KTT TPN-OPM di Biak pada tanggal 1-5 Mei 2012, maka TPN-OPM masih dalam tahapan kerja internal organisasi untuk membenahi dan memantapkan legalitas hukum organisasi sayap Militer, dan TPN-OPM tidak bertanggungjawab atas insiden penyerangan yang disertai pembunuhan anggota polisi dan pembakaran kantor.
"Bahwa, TPN-OPM yang tergabung dalam kancah Nasional menegaskan agar TNI/POLRI jangan menyerang Masyarakat sipil di Pirime, namun harus mencari oknum-oknum pelaku serta aktor skenario penyerangan. Karena yang melakukan penyerangan adalah kelompok yang kontra dengan Keputusan Hasil KTT TPN-OPM di Biak, Papua. Dengan tujuan untuk menggagalkan acara pelantikan Panglima Tinggi (Gen Goliath Tabuni) dengan Wakil serta Kepala Staf Umum, secara nasional di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua pada 30 November 2012," ujarnya. [154]



















